Bab 3.5: Melihat Proses Sebenarnya — Brainstorming sampai Debugging
Di bab sebelumnya saya sudah menjelaskan teori tentang bagaimana berkomunikasi dengan AI. Sekarang saya ingin menunjukkan seperti apa proses sebenarnya ketika membuat aplikasi — dari awal sampai selesai.
Ini adalah dokumentasi nyata ketika saya membuat aplikasi "Dr. Anti Bokek" — sebuah personal finance tracker untuk tracking keuangan harian. Semua screenshot di sini adalah capture asli dari percakapan saya dengan Antigravity.
Apa itu Dr. Anti Bokek?
Dr. Anti Bokek adalah aplikasi web sederhana untuk membantu saya mengelola keuangan personal sehari-hari.
Masalah yang ingin diselesaikan:
- Saya punya budget bulanan yang sudah terstruktur (fixed expenses, wants, savings)
- Tapi saya kesulitan tracking pengeluaran harian — apakah saya masih "on track" atau sudah "tekor"
- Kadang di akhir bulan baru sadar ternyata sudah overspending
Solusi yang diusulkan AI:
- Dashboard keuangan yang menampilkan "Jatah Harian" (daily allowance)
- Input cepat untuk catat pengeluaran dengan "Fast Action Button" (tombol Suntik 💉)
- Feedback real-time: masih "Lebih Hemat" atau sudah "Tekor"
- Gamifikasi dengan komentar "Dokter" yang kasih saran
Ini bukan aplikasi kompleks seperti Mint atau YNAB. Ini tool personal yang sangat spesifik untuk kebutuhan saya — tracking harian dengan mindful spending.
Dan saya membuatnya tanpa menulis satu baris code pun secara manual. Semua dikerjakan AI.
1. Brainstorming: Meminta IDE dari AI
Saya tidak selalu tahu persis aplikasi seperti apa yang saya butuhkan. Kadang saya hanya punya problem statement yang samar-samar.
Jadi saya mulai dengan bertanya ke AI:

"Saya punya ide untuk aplikasi tracking keuangan harian yang bisa sinkron dengan worksheet budgeting bulanan. Kamu ada ide untuk brainstorming?"
Yang menarik: saya tidak langsung minta "buatkan aplikasi X dengan fitur Y dan Z".
Saya minta AI untuk ikut berpikir bersama saya mengenai konsep yang tepat.
2. AI Memberikan Planning Detail
Setelah memahami problem statement saya, AI tidak langsung ngoding. AI memberikan proposal konsep terlebih dahulu:

Di sini AI menyarankan konsep "Rawat Jalan Harian" — sebuah metode tracking pengeluaran harian yang bisa di-bridge ke monthly budgeting.
Perhatikan detailnya:
- Fast Action Button untuk input cepat
- Gamifikasi "Daily Allowance" dengan visual feedback
- Komentar "Dokter" yang memberikan saran
- Dashboard progress Budget vs Kenyataan
Saya bahkan tidak memikirkan semua itu di awal. AI yang mengusulkan.
3. Approval dan Implementation Plan
Setelah membaca proposal AI, saya merasa konsepnya bagus. Jadi saya approve:
"Ide menarik, Bro! Market 'pencatatan detail' memang lebih mindful. Mari kita eksekusi dengan Rawat Jalan Harian concept."
Kemudian AI membuat implementation plan yang lebih teknis:

AI secara otomatis membuat file implementation_plan.md yang berisi:
- UI Baru: Tombol Suntik (FAB), Panel Jatah Harian, Modal Input
- Logika Gamifikasi: Sistem hitung budget per hari
- Integrasi dengan code existing
Yang penting untuk dicatat: saya tidak perlu tahu detail teknis ini.
AI yang membuat planning, saya hanya perlu "oke gas" atau "tunggu, ini perlu diubah".
4. Implementation: Fitur Ditambahkan
Setelah plan disetujui, AI mulai mengimplementasikan fitur-fitur tersebut:

Dalam beberapa menit, AI sudah selesai menambahkan:
- Tombol Suntik (Fast Action Button) dengan icon jarum
- Gamifikasi Dokter dengan real-time feedback
- Jatah Harian Card yang menampilkan sisa budget
Saya hanya scroll membaca summary-nya. Belum ngecek hasilnya di browser.
5. Testing & Debugging: Ketika Ada Error
Ini bagian yang paling penting untuk dipahami: tidak selalu langsung sempurna.
Saat saya buka hasil code-nya di browser dan tekan F12 (Chrome DevTools), saya melihat ada error:

Error: formatMoney is not defined
Daripada saya coba cari-cari code mana yang salah atau googling "how to fix formatMoney error", saya langsung screenshot console error-nya dan paste ke Antigravity dengan caption:
"banyak banget bug nya"
Dan dalam beberapa detik, AI langsung:
- Mendeteksi error dari screenshot (fungsi
formatMoneybelum didefinisikan) - Mengidentifikasi akar masalahnya
- Memperbaiki code
- Menjelaskan apa yang diperbaiki
Hasilnya: error hilang. Simulasi "Harga sebelum & sesudah" muncul normal.
Pelajaran dari Proses Ini
1. Brainstorming Bersama AI Itu Valuable
Saya tidak perlu datang dengan design document yang sempurna. AI bisa membantu mematangkan ide yang masih mentah.
Yang saya lakukan hanya menjelaskan masalah saya dengan jujur. AI yang suggest solusi.
2. Approval Loop Membuat Saya Tetap Kontrol
AI tidak langsung ngerjakan tanpa konfirmasi. Ada fase:
- Proposal Concept → Saya review → Approve/Revise
- Implementation Plan → Saya review → Proceed
- Code Generated → Saya test → Report bugs (kalau ada)
Jadi saya tetap yang pegang kendali, bukan AI yang ngacak-ngacak.
3. Debugging Itu Mudah dengan Screenshot
Tidak perlu paham error message yang cryptic. Screenshot console → paste → AI fix.
Ini menurunkan barrier untuk pemula. Kita tidak perlu "lancar bahasa error".
4. Proses Iteratif, Bukan One-Shot Perfect
Aplikasi tidak langsung jadi sempurna. Ada phases:
- User ask
- AI propose
- User review
- AI implement
- User test
- (kalau ada bug) User screenshot → AI fix
Dan itu normal. Yang penting prosesnya smooth.
Kesimpulan
Ini adalah dokumentasi nyata dari proses saya membuat aplikasi. Tidak di-edit, tidak di-shortcut. Persis seperti ini lah cara kerjanya.
Dan yang perlu saya lakukan hanyalah:
- Menjelaskan masalah dengan jelas
- Membaca proposal AI dengan teliti
- Testing hasil dengan jujur (screenshot kalau ada bug)
Tidak ada satu baris code pun yang saya tulis manual.
Tidak ada satu error message pun yang saya debug sendiri.
Semua yang saya butuhkan adalah kemampuan untuk berkomunikasi masalah dengan baik.
Itu saja.
Bab selanjutnya: Bab 4 — Studi Kasus: Kalkulator UPS yang "Mustahil" Dikoding Manual →